Now Playing Tracks

Bercermin Dengan Aib Sendiri

Siang ini, aku baca status dari “Belajar Ilmu Al-Quran” mengenai “Bercermin Dengan Aib Sendiri”. Sebagai bahan renungan, semoga bermanfaat.

——————————————————————————————————————————————————————————————————————-
“Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (Al-Bukhari)

Indahnya nikmat keimanan. Hati yang semula gelap menjadi terang. Bahaya dan penyakit di sekitar diri yang sebelumnya tertutupi, bisa terlihat jelas. Kian tampak mana yang baik, dan yang buruk. Dalam hal apa pun. Termasuk, dalam pergaulan dan persaudaraan Islam.

Tak ada manusia yang serba sempurna

Saat ini tak ada manusia yang sempurna dalam segala hal. Selalu saja ada kekurangan. Boleh jadi ada yang bagus dalam rupa, tapi ada kekurangan dalam gaya bicara. Bagus dalam penguasaan ilmu, tapi tidak mampu menguasai emosi kalau ada singgungan. Kuat di satu sisi, tapi rentan di sudut yang lain.

Dari situlah seorang mukmin mesti cermat mengukur timbangan penilaian terhadap seseorang. Apa kekurangan dan kesalahannya. Kenapa bisa begitu. Dan seterusnya. Seperti apa pun orang yang sedang dinilai, keadilan tak boleh dilupakan. Walaupun terhadap orang yang tidak disukai. Yakinlah kalau di balik keburukan sifat seorang mukmin, pasti ada kebaikan di sisi yang lain. Tidak boleh main ‘pukul rata’: “Ah, orang seperti itu memang tidak pernah baik!”

Allah swt. meminta orang-orang beriman agar senantiasa bersikap adil. Firman-Nya dalam surah Al-Maidah ayat 8, “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah; menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dari timbangan yang adil itulah, penilaian jadi proporsional. Tidak serta-merta mencap bahwa orang itu pasti salah. Mungkin, ada sebab yang membuat ia lalai, lengah, dan kehilangan kendali. Bahkan boleh jadi, jika pada posisi dan situasi yang sama, kita pun tidak lebih bagus dari orang yang kita nilai.

Kekurangan diri seorang mukmin merupakan ujian mukmin yang lain

Sesama mukmin seperti satu tubuh. Ada keterkaitan yang begitu kuat. Sakit di salah satu bagian tubuh, berarti sakit pula di bagian yang lain. Cela pada diri seorang mukmin, berarti cela pula buat mukmin yang lain.

Setidaknya, ada dua ujian buat seorang mukmin ketika saudaranya tersangkut aib. Pertama, kesabaran untuk menanggung keburukan secara bersama. Siapa lagi yang layak memberi kritik dan arahan kalau bukan saudara sesama mukmin. Karena dialah yang lebih paham seperti apa daya tahan keimanan saudaranya sesama mukmin. Sabar untuk senantiasa menegur, mendekati, dan memberi solusi.

Kedua, kesabaran untuk tidak mengabarkan keburukan saudaranya kepada orang lain. Ini memang sulit. Karena lidah kerap usil. Selalu saja tergelitik untuk menyampaikan isu-isu baru yang menarik. Tapi sayangnya, sesuatu yang menarik buat orang lain kadang buruk buat objek yang dibicarakan. Di situlah ujian seorang mukmin untuk mampu memilih dan memilah. Mana yang perlu dikabarkan, dan mana yang tidak.

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain.” (Al-Bukhari)

Tataplah kekurangan diri sebelum menilai kekurangan orang lain

Ego manusia selalu mengatakan kalau ‘sayalah yang selalu baik. Dan yang lain buruk’. Dominasi ego seperti inilah yang kerap membuat timbangan penilaian jadi tidak adil. Kesalahan dan kekurangan orang lain begitu jelas, tapi kekurangan diri tak pernah terlihat. Padahal, kalau saja bukan karena anugerah Allah berupa tertutupnya aib diri, tentu orang lain pun akan secara jelas menemukan aib kita.

Sebelum memberi reaksi terhadap aib orang lain, lihatlah secara jernih seperti apa mutu diri sendiri. Lebih baikkah? Atau, jangan-jangan lebih buruk. Dari situlah ucapan syukur dan istighfar mengalir dari hati yang paling dalam. Syukur kalau diri ternyata lebih baik. Dan istighfar jika terlihat bahwa diri sendiri lebih buruk.

Tatap aib saudara mukmin lain dengan pandangan baik sangka. Mungkin ia terpaksa. Mungkin itulah pilihan buruk dari sekian yang terburuk. Mungkin langkah dia jauh lebih baik dari kita, jika berada pada situasi dan kondisi yang sama.

Membuka aib seorang mukmin berarti memperlihatkan aib sendiri

Seorang mukmin dengan mukmin lainnya adalah bersaudara. Sebuah persaudaraan yang jauh lebih sakral ketimbang satu ayah dan satu ibu. Karena Allah sendiri yang menyatakan kekuatan persaudaraan itu: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara….” (Al-Hujurat: 10)

Ketika seorang mukmin membuka dan menyebarkan aib saudaranya, ada dua kesalahan yang dilakukan sekaligus. Pertama, ada citra keagungan orang-orang beriman yang terkotori. Dan reaksi yang muncul memojokkan umat Islam, “Yah, sama saja. Keimanan tidak bisa jadi jaminan!” Dan seterusnya.

Kedua, orang yang gemar menyebarkan aib saudaranya, sebenarnya tanpa sadar sedang memperlihatkan jati dirinya yang asli. Antara lain, tidak bisa memegang rahasia, lemah kesetiakawanan, dan penyebar berita bohong. Semakin banyak aib yang ia sebarkan, kian jelas keburukan diri si penyebar.

Benar apa yang dinasihatkan Rasulullah saw. bahwa diam adalah pilihan terbaik ketika tidak ada bahan ucapan yang baik. Simpanlah aib seorang teman dan saudara sesama mukmin, karena dengan begitu; kelak, Allah swt., akan menutup aib kita di hadapan manusia.

  • Attraction
  • Attitude
  • Believe
  • Beautiful
  • Change
  • Control
  • Creative
  • Dream
  • Energy
  • Faith
  • Great
  • Happy
  • Helpful
  • Hope
  • Inspired
  • Law
  • Loving
  • Positive
  • Power
  • Smart
  • Smile
  • Teens
  • Thankful
  • Thinking
  • Thought
  • Trust
  • Universe
  • Visualize (AAMIIN :D BISMILLAH)

UNTUKMU CALON IMAMKU

Wahai seseorang yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz,
Imamku dan ayah dari anak-anakku, engkau yang akan bersamaku dalam perjalanan nanti…
Apakah yg sedang kau lakukan disana?

Aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu, memantaskan dirimu tuk menjadi imam bagi tulang rusukmu dan buah hatimu kelak…

Aku percaya kau sedang menempa dirimu dalam beribu cobaan dengan menelantarkan dirimu sendiri pada medan dakwah dan problematika ummat… mencampakkan jauh egomu, membaktikan dirimu tuk ummat…

Aku percaya kau sedang mengkaji, kau sedang belajar, belajar ilmu dunia terutama ilmu akhirat, yang akan kau gunakan dalam mendidikku dan buah hati kita nanti…

Aku percaya Quran selalu ada dalam hatimu, selalu terucap dari bibirmu dan dzikir slalu melantun menemani langkah jihadmu…

Aku percaya kau sedang menundukkan pandanganmu, menjaga hatimu dan mencampakkan hawa nafsumu…

Aku percaya kau sudah merancang hidupmu, hidup kita, keluarga kita, nantinya juga untuk dakwah, untuk ummat, dan hanya karena-Nya…

Aku percaya, kau sedang memantaskan diri dan terus memperbaiki diri disana, di belahan bumi manapun kau berada…

Aku pun begitu wahai calon imamku…

Aku sedang belajar… belajar menempa diri, menjauhkan egoku demi ummat, membaktikan diriku untuk orang lain, agar baktiku padamu pun sempurna…

Aku sedang belajar, meniti dakwahku, meniti cita-cita duniaku, meniti cita-cita akhiratku, agar kelak keluarga islami dan kluarga Qur’ani yg aku inginkan nanti dapat kubangun bersamamu… karena kau tahu? Meskipun kau Imamku, ibu adalah madrasah pertama bagi mujahidah kecilnya nanti…

Aku sedang belajar menjaga diri, menjaga pandangan dan hatiku, agar ketika kau memiliki hati ini, hati ini masih utuh sempurna hanya untukmu…

Aku sedang menempa diri, untuk menjadi seorang Khadijah untukmu, yang menjadi tempatmu membagi resah… seseorang yang kau datang padanya, saat kau tak tahu lagi akan datang pada siapa… seseorang yang menguatkanmu dan menggenggam slalu tanganmu dalam perjalanan jihadmu…

Akupun ingin menjadi ‘Aisyahmu, seorang yang membuatmu tersenyum dan kembali ceria saat penatmu mulai datang, seorang yang menyerap ilmu darimu dengan sempurna dan membenarkan apa-apa yang salah dalam lakumu, seseorang yang mencintaimu dengan cemburunya, namun kau rasakan sakitnya, saat ia tersakiti, hingga kau katakan pada yg lain “janganlah kau sakiti aku dengan cara menyakiti ‘Aisyah”…

Aku ingin menjadi Fatimah, yang tak kau bagi cintamu pada yang lain.. bukan karena aku tak percaya kau tidak dapat berlaku adil, tapi karena aku ingin mencintaimu dengan sempurna, tanpa diganggu oleh cemburuku, itu saja !!

Tak kalah lagi, aku ingin menjadi seperti ibunda Hajar, yang tak gentar saat kau tinggalkan di padang pasir tandus dengan seorang bayi mungil di pelukan.. tak takut akan kehilanganmu, karena keyakinanku pada Rabbku lebih besar daripada yakinku padamu… cintaku padamu, tak akan mengalahkan cintaku pada Rabbku…

Usahaku ini tidak mudah, begitupun usahamu..kuyakin itu..

Maka tetaplah dalam jihadmu..tetaplah dalam usahamu..tetaplah dalam ikhtiarmu… aku yakin kau kuat disana, dan doakanlah agar akupun kuat disini dalam jihad dan ikhtiarku…bawalah aku dalam tiap doa dan sujudmu, kumohon… karena doa yg dapat menolongku…

Hingga saatnya, kita bertemu dalam ikatan suci menyempurnakan separuh dien… dan kita akan melanjutkan jihad kita bersama…

Dan nanti..terimalah aku apa adanya jika aku belum bisa menjadi Khadijahmu, ‘Aisyahmu atau bahkan menjadi seperti ibunda Hajar… tapi bimbinglah aku menjadi seperti mereka… dan kita bimbing bersama mujahid muda kita nanti tuk melanjutkan perjuangan dakwah ini…

Teruntukmu yang ada disana, kuatlah..dan bersabarlah…
Bawalah aku dalam doa dan sujudmu, agar cinta kita nanti, hanya karena-Nya… Aamiin
(Source: FanPage FB “Muslimah Sholehah”)
ya Allah, sekiranya aku cinta dunia,
rahmatilah aku agar lebih mencintai akhirat,
sekiranya aku mencintai manusia,
lebihkanlah cintaku kepadaMu ya Allah.
sekiranya hatiku terpaut pada kenikmatan dunia,
kuatkanlah pautan hatiku pada nikmat syurga.
sekiranya aku jatuh hati,
jatuhkanlah hatiku padaMu,
sekiranya aku gila mengejar duniawi,
tambahkanlah kegilaanku mengejar syurgaMu.
aku insan lemah ya Allah,
aku usaha dan Engkau yang memakbulkan.
usah sesekali Kau biarkan aku terkapai sendirian,
tempatkan aku dalam perhatianMu
aku inginkan keberadaanMu dalam setiap lakuku.
cuba dan mencuba lagi.
takkan pernah berhenti.
kan ku kejar cintaMu.
kan ku impikan rahmatMu.
#luahan hati kecil
adakah aku dalam rahmatMu? (via catatansebutirpasir)

businessedupreneur:

NAMA 40 BESAR PESERTA BUSINESS EDUPRENEUR UPI 2012

1. Anggi Wayhu S | FFPEB / P.Manajemen Bisnis  | EXZE
2. Annisa Amalia | FMIPA/Ilmu Komputer Hawa Collection
3. Mohamad Aria Anwar FPEB/Akuntansi CV. Brader Milk Corporate
4. Asep Resa Baehaki FIP/ PGSD ARYABHAZDA Bandung
5. Asep Ramdan Taufiq FPEB / P.Manajemen Bisnis Geaimmo couple

6. Azwar Haekal FPEB / P.Manajemen Bisnis ARCH
7. Bangun Ambar Ekowati | FPTK/ Pendidikan Teknologi Agroindustri Yujin Chicken Macarony
8. Beny setiawan FPEB / P.Manajemen Bisnis | HamsterKita
9. Budy Setiawan | FPEB / Manajemen BUBI ORGANAIZER
10. Dhiyantina Karlina FPEB / P.Manajemen Bisnis d’RICH cupcakes

11. Ega Aditya Purnama FPEB / P.Manajemen Bisnis nayanugget
12. Fitriasari Anisa FPMIPA/ Matematika BlackutaQ,Inc
13. Gugun Ruslandi  FPEB / P.Manajemen Bisnis |  IMPROVED LEARNING SYSTEM (ILS)
14. Hafizhotunnisa IshmatullaFPEB / P.Manajemen Bisnis Ishma Collection (IshColl)
15. Hilmi Mutashim Fakhor Ramadhan | FPEB/P.Akuntansi Edge Production

16. Indra Mulya Nuryadi FPEB/P.Akuntansi Sushi Do
17. Intan krisna putri | FPTK/PKK MIMI.co
18. Irfan Firmansyah FPEB / Manajemen “BULE IJO” Bubur Lemu with Dawet Ijo
19. Jajang Nurjaman FPEB / P.Manajemen Bisnis Rajawali Racing
20. Muhamad Nauvael FPEB / P.Manajemen Bisnis IMPROVED LEARNING SYSTEM (ILS)

21. Muhammad Eggy Aryabhazda S FPEB / Manajemen ARYABHAZDA Bandung
22. Melly Lydea FPEB/P.Akuntansi Edge Production
23. Mukhlis Setyadani FPTK/ Pendidikan Teknologi Agroindustri |  M.Y  Custom Watch
24. Nurrisbayanti ruhiyantina FPEB / P.Manajemen Bisnis Ma Ucis
25. Octy Viali Zahara FPMIPA/Pendidikan Biologi TRIPTOPHAN TOUR

26. Oktaviana Vazza Hidayati FPBS/ Pendidikan Bahasa Jerman Nasi Goreng Malu
27. Qanita | FPEB / P.Manajemen Bisnis | Breenden Collection
28. Reza Prawira Kusumah FPEB / Akuntansi The Men’s World
29. Ria Nurfitriani Dewi FPEB / P. Akuntansi Cassava Queen
30. Rizky Ayu Octaviani | FPEB / P.Manajemen Bisnis kirei house of spa

31. Rodiana | FPEB / P.Manajemen Bisnis ARCH
32. Sinthya Audi Poetri | FPEB / P.Manajemen Bisnis d’RICH cupcakes
33. Siti Rohmah FPMIPA/Fisika Mochul Crochet
34. Tanjung Sewu P | FPEB / P.Manajemen Bisnis ARCH
35. Seni Sri Aryani | FPTK/PKK/Pendidikan Tata Busana BlackutaQ,Inc

36. Tyasoki Pratami FPEB / P.Manajemen Bisnis Boutique de la Femme
37. Vivi shafira | FIP/psikologi pendidikan dan Bimbingan Mochul Crochet
38. Yeni Nurul Aeni | FPEB/Pendidikan Ekonomi Yujin Chicken Macarony
39. Yuni Wahyuni Kartika FPEB / P.Manajemen Bisnis EonniEonni KpopShop
40. Zulkifli Songyanan FPIPS/Manajemen Pemasaran Pariwisata Molring Hese Eureun


.. SELAMAT MELANJUTKAN KETAHAP SELEKSI TERAKHIR DAN TERIMAKASIH..
..BUAT YANG BELUM LOLOS IKUT TAHUN DEPAN LAGI, SEE YOU ON THE TOP..

CP : RIEN (085691796892 /22F88FC1) ATAU ARIEF(085721771999/ 2936CDA8)

SUBHANALLAH….. ALHAMDULILLAH….. :O
To Tumblr, Love Pixel Union